Archive for July, 2008

Orchidaceae

Tuesday, July 1st, 2008

U M U M

Anggrek atau Orchidaceae termasuk dalam keluarga tanaman bunga-bungaan.
Anggrek terdapat pada hutan yang gelap, di lereng yang terbuka, pada batu
karang yang terjal, pada batu-batuan didaerah pantai dengan garis pasang surut
tinggi. Bahkan di tepi gurun pasir pun anggrek dapat ditemukan. Tumbuh dari
kutub utara sampai daerah katulistiwa dan selatan pada semua benua kecuali
Antartika.
Anggrek yang banyak digemari adalah anggrek epifit dari daerah tropis.

Anggrek mempunyai lebih banyak jenis (species) nya daripada keluarga tanaman
bunga-bungaan lainnya.

Para

ahli
tumbuh-tumbuhan berkeyakinan anggrek mempunyai lebih dari 25.000 species yang
tersebar di seluruh dunia. Tetapi karena kerusakan hutan kita kehilangan
species yang belum dikenali dan tidak tahu dengan pasti berapa jumlahnya.

Indonesia

terkenal di seluruh dunia dengan kekayaan anggreknya yang mempunyai lebih dari
4000 species anggrek yang tersebar di hampir semua pulau.

Kalimantan

,
Papua, Sumatera, Jawa termasuk pulau-pulau yang terkenal didunia karena
kekayaan anggreknya.
Genus yang banyak tumbuh meliputi : Vanda, Phalaenopsis, Paphiopedilum,
Dendrobium, Coelogyne, Cymbidium, Bulbophyllum dll.

Anggrek yang terkenal dari Indonesia adalah "anggrek bulan"
(Phalaenopsis amabilis) yang diangkat sebagai "Bunga Nasional" dan
dijuluki "puspa pesona", dan "anggrek kantung"
(Paphiopedilum javanicum).

KARAKTERISTIK

Perbedaan tanaman anggrek dengan tanaman bunga-bungan lainnya adalah pada
bentuk bunganya.
Pada bunga anggrek umumnya :

  • mempunyai tiga sepal (daun
         kelopak bunga). Salah satunya yang terletak pada bagian belakang
         (punggung) yang menghadap keatas dinamakan sepal dorsal.
  • mempunyai tiga petal (daun
         mahkota bunga) yang letaknya selang seling dengan daun kelopak bunga.
         Salah satu dari petal yang terletak dibawah berbentuk seperti lidah yang
         disebut labellum (bibir bunga), membuat bunga simetris antara kiri dan
         kanan.
  • putik dan benang sari
         (bagian jantan dan betina) yang bergabung bersama pada bagian yang disebut
         column.
  • tepung sari yang biasanya
         berkumpul bersama pada bagian yang disebut pollinia.
  • buahnya mempunyai biji yang
         sangat kecil dan banyak.
  • tangkai bunga dapat
         berkelak-kelok saat pertumbuhannya, tergantung arah sumber cahaya.

      

 

JENIS ANGGREK

Berdasarkan pertumbuhannya secara umum anggrek dibagi menjadi 2 jenis :

  • Anggrek Simpodial :
         Biasanya pola tumbuhnya horizontal seperti tumbuhan merambat. Batang
         tumbuhnya disebut rhizome. Rhizome terbaring horizontal pada permukaan
         tanah dan akar-akarnya tumbuh pada sekitar panjang rhizome dengan arah
         menurun dan membuat batang vertikal keatas yang disebut umbi semu
         (pseudobulb).

    Ada

         yang pseudobulb nya memanjang keatas seperti batang (cane), dan ada pula
         yang pendek dan bulat atau pipih.
         Salah satu fungsi dari pseudobulb adalah sebagai tempat penyimpanan air
         dan sari makanan. Pseudobulb yang berkerut adalah tanda tanaman tersebut
         mengalami masalah dalam penyerapan air.
         Setiap pseudobulb mempunyai satu sampai beberapa daun.
         Tunas baru muncul dari dasar pseudobulb yang sudah tua dan tempat titik
         tumbuhnya disebut "eye" (mata).
         Pada jenis pseudobulb yang pendek dan bulat, ada yang dibungkus oleh
         pelepah daun (sheath) dimana dari dasar pseudobulb tersebut bunga akan
         muncul, contoh : coelogyne, Oncidium.
         Pada pseudobulb yang berbentuk batang (cane), tangkai bunga akan muncul
         dari ujung batangnya, contoh: dendrobium.

  • Anggrek Monopodial :
         Anggrek yang tumbuh keatas dari satu batang (stem). Daunnya akan bertambah
         terus dari ujung batang selama hidupnya. Jenis ini tidak mempunyai rhizome
         dan pseudobulb, dan biasanya tumbuh akar udara (aerial root) dari
         sepanjang batangnya.
         Tangkai bunga (spike/inflorescence) tumbuh dari sisi batang dan dimulai
         dari sebelah bawah (bukan dari ujungnya), berbeda dengan sympodial
         (dendrobium) dimana tangkai bunga tumbuh dari ujung batang.
         Jika ujung batangnya rusak karena busuk (contoh: jenis phalaenopsis) atau
         dipotong/distek (contoh: jenis vanda), maka akan muncul batang baru dari
         sisi batang lama dan daun akan tumbuh dari batang baru tersebut.

Berdasarkan tempat tumbuhnya, anggrek dibagi menjadi beberapa jenis :

  • Epiphyte:
         Angrek yang tumbuh menumpang pada batang tanaman lainnya tetapi tidak
         parasit (tidak mengambil sari makanan dari tanaman tersebut). Dengan demikian
         anggrek akan memperoleh posisi yang lebih baik untuk mendapatkan cahaya
         yang lebih. Akarnya melekat pada dahan pohon dan mendapatkan air hanya
         dari hujan dan kabut.
  • Lithophyte:
         Anggrek yang tumbuh pada batu-batuan. Mereka menggunakan batu sebagai pegangannya.
        
  • Saprophyte:
         Anggrek yang tumbuh pada humus dan daun-daun kering.
  • Terrestrial:
         Anggrek yang tumbuh pada

    padang

         rumput, tanah humus dihutan.

Berdasarkan kisaran suhu udara
yang sesuai, anggrek dibagi dalam 3 jenis :

  • Anggrek suhu dingin
         (gunung, ketinggian 2000-4000m) : tumbuh baik pada suhu 15-21°C pada siang
         hari dan 10-13°C pada malam hari.
         Contoh : Cymbidium, Masdevallia, Miltonia, Odontoglossum, Oncidium,
         Paphiopedilum
  • Anggrek suhu sedang
         (dataran tinggi, 750-2000m) : tumbuh baik pada suhu 21-32°C pada siang
         hari dan 13-18°C pada malam hari.
         Contoh : Brassavola, Cattleya, Dendrobium, Epidendrum, Laelia,
         Paphiopedilum (molted leaves)
  • Anggrek suhu panas (dataran
         rendah, 0-750m) : tumbuh baik pada suhu 26-35°C pada siang hari dan
         18-24°C pada malam hari.
         Contoh : Phalaenopsis, Vanda, beberapa jenis Dendrobium.

NAMA ANGGREK

Seperti keluarga tanaman lainnya, secara umum anggrek dibagi dalam kelompok
besar yang disebut genus (genera) dan dibagi lagi menjadi sub-genus yang
mengelompokkan anggota genus tsb (species) yang mempunyai karakteristik sama.
Dari sebuah species mungkin ada yang mempunyai beberapa varietas, misal :
dendrobium anosmum var. superbum, dendrobium anosmum var. huttonii, dll.

Seperti lazimnya semua tanaman, anggrek pun mempunyai nama. Baik itu nama
berdasarkan ilmu pengetahuan yang menggunakan nama latin maupun nama yang
diberikan oleh penduduk dimana anggrek tsb tumbuh (nama lokal/populernya).

Untuk keseragaman secara ilmiah, nama tanaman menggunakan sistim penamaan
binomial (nama ganda). Sehingga setiap anggrek mempunyai nama awal (first name)
dan nama akhir (last name) seperti nama kebanyakan orang.

Kata pertama menunjukkan genusnya (atau intergenerik jika anggrek tsb hasil
persilangan antar genus).

Kata kedua adalah nama speciesnya (atau nama yang diberikan oleh
penyilangnya untuk anggrek silangan).

Agar nama anggrek hasil silangan dapat diakui oleh seluruh dunia, maka
anggrek tersebut harus didaftarkan pada the
International Orchid Registrar
yang saat ini dikelola oleh The Royal Horticultural Society.

Keterangan : Persilangan intergenerik adalah persilangan antar genus
dalam satu keluarga, misalnya :

· Doritis dengan Phalaenopsis.

· Brassavola dengan Cattleya dan Laelia.

· Brassia dengan Miltonia dan Oncidium, dll.

Untuk keseragaman dalam cara penulisannya maka huruf pertama dari kata
pertama (nama genus) pada anggrek species menggunakan huruf besar dan kata
keduanya (nama speciesnya) menggunakan huruf kecil semua. Pada anggrek species
semua kata ditulis dengan huruf miring (italic).

Untuk anggrek hibrida (silangan), huruf pertama dari kata pertama (nama
genus atau intergenerik) menggunakan huruf besar dan huruf pertama dari kata
keduanya juga menggunakan huruf besar. Untuk anggrek hibrida kata pertama
ditulis dengan huruf miring(italic), sedang kata kedua dan seterusnya dengan
huruf tegak (normal).

Contoh nama anggrek species :

  • Coelogyne pandurata
         (nama lokalnya : anggrek hitam).
  • Dendrobium crumenatum
         (anggrek merpati).
  • Dendrobium secundum
         (anggrek sikat).
  • Grammatophylum speciosa
         (anggrek tebu).
  • Phalaenopsis amabilis
         (anggrek bulan).
  • Paphiopedilum javanicum.
        

Contoh nama anggrek hibrida :

  • Brassavola Little
         Stars.
  • Dendrobium Blue Sky.
        
  • Blc. Alma Kee
         (Brassolaeliocattleya : Brassavola, Laelia dan Cattleya).
  • Epc. Middleburg
         (Epicattleya : Epidendrum dan Cattleya).

Agar penulisannya menjadi lebih singkat, kadang-kadang nama genus atau nama
intergeneriknya disingkat.
Dibawah ini ada beberapa singkatan nama genus dan intergenerik yang biasa
digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Arach.

 

 

:

 

 

Arachnis

 

 

Aranda

 

 

:

 

 

Aranda (Intergenerik : Arachnis x Vanda)

 

 

Arnth.

 

 

:

 

 

Aranthera (Arachnis x Renanthera)

 

 

Ascda.

 

 

:

 

 

Ascocenda (Ascocentrum x Vanda)

 

 

B.

 

 

:

 

 

Brassavola

 

 

Colm.

 

 

:

 

 

Colmanara (Miltonia x Odontoglossum x Oncidium)

 

 

Ctna.

 

 

:

 

 

Cattleytonia (Broughtonia x Cattleya)

 

 

Bc.

 

 

:

 

 

Brassocattleya (Brassavola x Cattleya)

 

 

Bl.

 

 

:

 

 

Brassolaelia (Brassavola x Laelia)

 

 

Blc.

 

 

:

 

 

Brassolaeliocattleya (Brassavola x Laelia x Cattleya)

 

 

Bulb.

 

 

:

 

 

Bulbophyllum

 

 

C. atau Catt.

 

 

:

 

 

Cattleya

 

 

Cym.

 

 

:

 

 

Cymbidium

 

 

D. atau Den.

 

 

:

 

 

Dendrobium

 

 

Dor.

 

 

:

 

 

Doritis

 

 

Dtps.

 

 

:

 

 

Doritaenopsis (Doritis x Phalaenopsis)

 

 

Epc. atau Epic.

 

 

:

 

 

Epicattleya (Epidendrum x Cattleya)

 

 

Gram.

 

 

:

 

 

Grammatophyllum

 

 

Hwra.

 

 

:

 

 

Howeara (Leochilus x Oncidium x Rodriguezia)

 

 

Kgw.

 

 

:

 

 

Kagawara (Ascocentrum x Renanthera x Vanda)

 

 

L.

 

 

:

 

 

Laelia

 

 

Lc.

 

 

:

 

 

Laeliocattleya (Laelia x Cattleya)

 

 

Milt.

 

 

:

 

 

Miltonia

 

 

Mttsa.

 

 

:

 

 

Miltassia (Miltonia x Brassia)

 

 

Mkra.

 

 

:

 

 

Mokara (Arachnis x Ascocentrum x Vanda)

 

 

O. atau Onc.

 

 

:

 

 

Oncidium

 

 

Paph.

 

 

:

 

 

Paphiopedilum

 

 

Phal.

 

 

:

 

 

Phalaenopsis

 

 

Pot.

 

 

:

 

 

Potinara (Brassavola x Cattleya x Laelia x Sophronitis)

 

 

Ren.

 

 

:

 

 

Renanthera

 

 

Soph.

 

 

:

 

 

Sophronitis

 

 

Sl.

 

 

:

 

 

Sophrolaelia (Sophronitis x Laelia)

 

 

Slc.

 

 

:

 

 

Sophrolaeliocattleya (Sophronitis x Laelia x Cattleya)

 

 

Spa.

 

 

:

 

 

Spathoglottis

 

 

V.

 

 

:

 

 

Vanda

 

 

Vdnps.

 

 

:

 

 

Vandaenopsis (Vanda x Phalaenopsis)

 

 

Vdps.

 

 

:

 

 

Vandopsis

 

 

Z.

 

 

:

 

 

Zygopetalum

 

PEMBIAKAN ANGGREK

Anggrek dapat diperbanyak dengan cara :

  • Pembiakan generatif :
         Perbanyakan dengan biji buah yang telah masak.
         Masa masak buah anggrek sangat tergantung dari jenis anggreknya, dan iklim
         juga mempengaruhi kematangan buahnya.
         Pembiakan generatif ini memerlukan perlakuan yang khusus diantaranya biji
         harus steril dari

    hama

         dan penyakit.

  • Pembiakan vegetatif :
         Pembiakan dengan mengambil bagian tanaman induknya seperti :
    • Stek untuk jenis
            monopodial.
    • Memecah rumpun untuk
            jenis simpodial.
    • Keiki, yaitu anak
            tanaman yang tumbuh dari batang atas (dendrobium), atau tangkai bunga
            (phalaenopsis).
    • Kultur jaringan,
            yaitu mengambil sebagian jaringan tanaman untuk diperbanyak dengan
            melalui proses di laboratorium. Dengan cara ini bisa dihasilkan tanaman
            bebas virus meskipun tanaman induknya terjangkit.