Archive for February, 2008

ABSENSI PENGEBIRIAN AKTIVITAS MAHASISWA. Benarkah itu??

Monday, February 11th, 2008

“Eh, titip absen untuk mata kuliah xxx ya?!”. Kata-kata seperti itu tentu
sudah tidak asing di telinga kita. Jujur saja, saya pribadi kurang setuju
dengan yang namanya absen. Mengapa?? Karena menurut saya absensi itu dibuat
untuk mengekang mahasiswa agar rajin mengikuti perkuliahan, padahal mahasiswa
itukan kuliah bukan hanya untuk mencari ilmu tetapi juga sekaligus mencari
pengalaman di dalam organisasi. Peraturan 80% hadir sebagai syarat untuk mengikuti
UAS dilatarbelakangi asumsi bahwa mereka yang memenuhinya akan mengerti mata
kuliah yang akan diujiakan. Benarkah??

Saya menilai,
aturan 80% itu hanya sebuah alat pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengetahui
dan mencoba yang namanya KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme).
Secara sadar atau tidak sadar, tradisi
titip absen adalah sebuah korupsi. Dimanakah seorang mahasiswa yang kata
masyarakat “seorang mahasiswa itu idealis”?! Lebih baik jangan dicari, karena
sekarang sudah jarang sekali mahasiswa yang benar-benar idealis, lha wong
buktinya mereka masih membudidayakan tradisi titip absen ko’………

Kampus ku

Monday, February 11th, 2008

Dimana Pohon kampusku yang rindang
Dimana Suara burung yang bercicit gembira
Dimana keteduhan yang menenangkan
Dimana suara gesekan daun diterpa angin
Dimana bisikan daun saat dia malu

Dimana harus kucari hijau kampusku

Kampus kehutanan-ku

Kampus forester-ku

Kampus kebanggaan-ku

Dimana harus ku simpan luka kecewa

Saat kampusku tak rindang lagi…

Entah sampai kapan ku memendam jeritan hati
Melihat kampus hijau-ku smakin gundul…

Mencari arti dari kampus “kehutanan”ku…

Dengan ku berdiam diri
apakah ku akan dapat jawaban…?

Dengan ku ikuti rangkaian perkuliahan
Apakah rasa dapat terpuaskan…?

Hhh, malah mengundang pertanyaan baru
Untukku…
Walaupun begitu
Aku bangga dengan kampusku
Karena ada teman-temanku
Kakak tingkatku
Dosen-dosenku
Mapflofaku
Sylvaku
Karena mereka penyemangatku dan keluarga
Dalam kampusku
Segala damba yang membahana demi satu bumi ku tercinta
lestari………………!!!!!!!!!!!!!!!

Aku Sangat Beruntung

Monday, February 11th, 2008

Aku sangat
beruntung. Masuk MAPFLOFA bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali tantangan demi tantangan yang harus
dilalui. Tapi semua ternyata terlalu murah dibandingkan apa yang kudapat di
MAPFLOFA.

Aku akan berkata dengan jujur pada kalian. Bukan
karena aku adalah seseorang yang suka memuji organisasi sendiri hingga begitu
narsis sampai terlalu menyanjung. Aku bahkan bukan orang yang pandai memuji.
Aku hanya akan jujur pada kalian.

Bahwa aku mendapat banyak ilmu di sini.

Jelas, MAPFLOFA bukan satu-satunya organisasi yang
membantu mendewasakan pemikiranku. MAPFLOFA hanya salah satu organisasi yang
tak rapi secara administrasi, markasnya terletak di gubuk fahutan dengan
teman-teman yang kebanyakan bermuka sangar.

Pertama kali masuk MAPFLOFA aku juga takut dengan
wajah-wajah tak bersahabat itu. Tapi apakah benar pemilik wajah2 sangar itu
galak bin jahat bin serem? Setahun menjalani proses untuk menjadi anggota
MAPFLOFA, aku masih juga merasa seram, even
kakak2 itu sudah sering tersenyum dan menyapaku di jalan. Tetap saja kata
”Angker” masih melekat di wajah mereka. Setahun, dua tahun aku berada di
MAPFLOFA, kata seram itu juga terkadang masih sering bercokol di otakku. Tanpa
sadar aku juga jadi ikut memiliki tampang ”Seram”. Entah kenapa ketika menjadi
MAPFLOfer, aku merasa harus berwibawa, bertampang tegas agar terlihat
benar-benar MAPFLOFA. Tapi yang sering keluar justru wajah seram.

Reuni Akbar sekaligus perayaan hari jadi mapflofa yang ke-23 yang kami selenggarakan nampaknya
benar-benar ber-efek terhadap perasaanku. Walau aku jarang berkomunikasi dengan
alumni, karena selain gugup, aku juga sibuk dengan persiapan2 lainya (namanya
juga panitia), aku merasa ”benang merah” yang mengikat kami itu benar-benar
hadir. Mereka bertampang seram, jarang berkomunikasi denganku, tapi dengan
ke-mapflofa-anku mereka tersenyum. dan aku tau mereka memang baik.

Beberapa bulan ini, kami semua sibuk dalam upaya
mempersiapkan reuni ini. Berbagai masalah menimpa kami. Tapi syukurlah semua panitia yang
bekerja tak kehilangan semangat dan tetap cooling-down
walau masalah datang bertubi-tubi, pekerjaan bertumpuk dan tekanan semakin kuat
menghantam kami. Di sini lah aku merasa MAPFLOFA memang sebuah keluarga dengan
orang2 yang mempunyai sifat berbeda2.

Aku sering sekali melakukan kesalahan selama
kepanitiaan juga selama aku tingal di mabes tercinta.
Aku lebih lambat
daripada yang lain ketika bekerja. Aku sering tertidur duluan sebelum yang
lain. Aku sering bersuara keras pada teman-teman atau kakak2ku yang lembut. Aku juga sering melewatkan beberapa pertemuan. Tapi mereka tetap
tersenyum. nampak jelas mereka benar-benar mengerti aku.
Tapi aku merasa lebih dimengerti di
sini daripada di rumah sendiri.
Tak ada yang berkomentar/mengutuk setiap hari atas kesalahan2ku atau
kekuranganku.

Kali ini kulihat mereka bekerja dan
terus mempertahankan semangat demi MAPFLOFA. Reuni akbar kali ini benar-benar
menguras waktu, tenaga dan pemikiran. Tetapi semua puas dan hampir selalu tersenyum.
Karena setiap baru down, baleho jadi. Bagus banget…. dalam hatiku, dan aku
kembali semangat.

Lalu, bagaimana aku bisa tidak menjadi semakin
jatuh hati kepada MAPFLOFA? sampai sekarang, walau sering bersedih karena
ketidakpuasan. aku tetap bersyukur diletakkan di sini oleh Yang Maha Kuasa.
Sekarang aku mengerti, Bukan karena kondisi
MAPFLOFA aku menjadi sedih.
Tapi
lebih karena aku adalah manusia biasa yang selalu tidak puas dengan apa yang
ada. Ketika kulihat perjuangan saudara-saudaraku untuk mempersiapkan reuni
akbar ini, aku menjadi paham, semua memang saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan.

Oia, btw aku terinspirasi
dari seorang kakak yang sudah jadi alumni. Dia sedang mabuk( ga sadar ) waktu bicara denganku. Jadi
dia banyak bicara.
Tapi,
lucunya tak ada rasa takut padanya, tidak seperti saat dia tidak minum. Kata-katanya
lebih bijak dan sabar menasehati dan memberi ilmunya kepadaku pada saat mabuk.
Aneh? Memang. Tapi mungkin itulah yang
namanya sayang tak terlihat. Kalo dia gak sayang ma aku dan
MAPFLOFA, tentu dia tidak akan memberi kunci2 tentang dunia kerja itu kepadaku.
Aku beruntung dianggap sesama anak MAPFLOFA. jadi dia memberitahuku. Coba
bukan, mungkin aku tak akan pernah diberitahu, karena aku tidak akrab
dengannya.

Thanks a lot buat semua anak-anak MAPFLOFA yang
selalu mensupport walaupun tidak terlihat, tapi aku merasa kehadiran
kawan-kawan sudah mensupportku. Thanks a lot buat raka-raka alumni yang
menghargai jerih payah kami untuk MAPFLOFA. Terima kasih Ya Allah, karena
Engkau memberiku kesempatan untuk belajar banyak makna hidup di sini.

SOS Melihat Gejala Bencana Alam

Monday, February 11th, 2008

Dear all,

 

Mudah-mudahan ini ada manfaatnya untuk
pengetahuan dan kewaspadaan kita bersama. Karena kita hidup di alam maka
seharusnyalah kita memelihara dan mengetahui aturan mainnya…

 

Terjadinya Tsunami tidak bisa kita cegah,
namun paling tidak kita dapat mengantisipasi kedatangannya dengan mencermati
gejala keanehan alam dan hewan, seperti berikut ini:

 

1. Di Pantai

 

Kita selalu terpesona melihat
keindahan pantai, tapi cermatilah, dimana permukaan pantai yang lebih tinggi atau
ada bukitnya. Tekstur pantai yang rata seperti di Pulau Phi-phi Thailand
Selatan memang sangat membahayakan, berbeda dengan Pulau Sabang Aceh yang
berbukit.

 

Korban di Meulaboh dan Pantai Lhok Nga Aceh terbanyak
diduga karena mereka turun ke tepi laut pada saat permukaan laut surut mendadak
hingga beberapa kilometer karena "panen ikan". Jika ditemukan hal
tersebut, berlarilah secepatnya ke arah daratan yang tinggi, jangan pikirkan
harta yang tertinggal, karena harta hilang bisa dicari lagi, namun nyawa hilang
tidak kembali lagi.

 

Hembusan angin yang sangat kencang
tapi mendadak, disertai bau garam/air laut yang tajam menandakan sedang terjadi
proses di tengah laut, berbagai kemungkinan penyebab; Tsunami/Taifun.

 

Jika anda merasakan gempa di pantai,
jangan tunggu apapun lagi, pergi secepatnya dari tempat itu. Beritahukan orang
terdekat.

 

Jika anda sedang berperahu di tengah
laut, dan mendengar ada gempa di sekitarnya (biasanya orang menggunakan radio
di perahu), maka jangan dekatkan perahu ke daratan, tetap di tengah laut, efek
Tsunami dipermukaan laut jauh dari pantai hanya sekitar 0,3 - 1 meter saja.
(National Geographic News, 27 Dec. 2004).

 

Menjauhlah dari tepi laut jika anda
mendengar suara dentuman seperti meriam dari dasar laut atau mendengar suara drum
band sangat banyak dengan irama yang sangat cepat. (National Geographic News,
27 Dec. 2004).

 

2. Di tengah Laut

 

Hal yang terjadi di lautan adalah
Badai/Taifun/Cyclone. Sebesar apa kapal pun dapat dipecahkannya, maka jalan
terbaik adalah pantau terus radio, dan carilah pulau terdekat. Teluk relative
lebih aman untuk melepas jangkar daripada di tepi laut terbuka. Putar haluan
jika anda meilhat awan hitam di tepi khatulistiwa.

 

3. Di Aliran Sungai

 

Jika anda ditepi sungai yang sangat
jernih, dan melihat bahwa pasir di dasar sungai bergerak sangat cepat ke arah
hilir, maka menjauhlah dari tepi sungai dan carilah tempat yg tinggi,
dipastikan bahwa sedang terjadi air bah di hulu.

 

Jika anda melihat awan hitam di arah
hulu sungai, sebaiknya urungkan niat ke sungai tersebut, dan coba juga menjauh
dari atas jembatan.

 

Anda mendengar suara riuh-rendah
bagaikan dentuman, bantingan dari arah hulu sungai, menjauhlah dan beritahu
setiap orang yang anda jumpai (Bohorok, Langkat, Sumatera Utara 2003)

 

4. Di Hutan

 

Tidak ada Tsunami dan air bah di dalam
hutan, lalu? Kebakaran adalah bencana dalam hutan.

 

Jika anda terkepung api di dalam
hutan, maka carilah anak sungai (creek) dan masuklah ke dalamnya hingga
kebakaran berakhir, jika anda keluar dari sungai, ingatlah suhu udara bisa
lebih 1000 ‘C di permukaan tanah.

 

Lebih baik anda berjalan di lahan yang
telah terbakar daripada tanah yang belum terbakar karena permukaan tanah yang
terbakar lebih kering dan kemungkinan terbakar lagi sangat kecil daripada tanah
yang belum terbakar (FEMA Bulletin)

 

Di malam hari pada saat bulan tidak
bersinar/bukan purnama, anda melihat kaki langit sangat terang, maka
menjauhlah, pasti terjadi kebakaran toh di Indonesia tidak ada Aurora Australis
dan Borealis yang fenomemal itu.

 

5. Tingkah Laku Hewan

 

Pada saat menjelang datangnya Banjir
Bandang Bahorok (Langkat, Sumatera Utara 2003) Orang-utan menunjukkan tingkah
laku yang extreme, mereka sangat gelisah dan berteriak-teriak karena gejala ini
tim jagawana melepaskan mereka sehingga mereka selamat.

 

Pada saat terjadi gempa di Sumatera,
Gajah-gajah di Phuket, Thailand Gelisah dan menjerit. Menjelang datangnya
tsunami mereka melepaskan sendiri belenggu mereka dan menggiring turis dan
pawang mereka ke tempat yg aman, ombak Tsunami berhenti hanya beberapa meter
dari gajah2 itu berdiri. (TVRI, 03 Jan. ‘05 pkl 21.15 dan Kompas, 01 Jan. ‘05
hal 1.)

 

Burung berterbangan. Seorang perwira
TNI-AD Kodam I- Iskandar Muda selamat dari Tsunami di Banda Aceh karena melihat
burung berwarna putih sangat banyak terbang ke daratan dari laut, ia
memerintahkan staffnya untuk memutar arah kembali padahal saat itu ia menuju
pelabuhan.

 

Jika anda melihat ular, tikus, kecoa
keluar secara tiba-tiba dari dalam got sangat banyaknya, maka segeralah
waspada, sesuatu sedang terjadi di bawah tanah. Jika anda disekitar pegunungan
dan melihat semua hewan berlari, maka segera juga ikuti mereka, jangan takut
mereka memakan, menerkam/menggigit anda, karena naluri mereka saat itu hanya
satu: menyelamatkan diri…..
pertanda gunung akan meletus.